Driver Grab Bike Jadi Korban Penipuan Undian Berhadiah Dari Bank Swasta

Driver Grab Bike Ini Jadi Korban Penipuan Undian Berhadiah Yang Mengatasnamakan Bank Swasta

Buat teman-teman KKblog semua, cara maupun trik penipuan kini semakin berkembang, kalau dulu sempat ramai penipuan melalui sms yang booming dengan “mama minta pulsa” dan sampai di dipelesetkan menjadi “Mama Minta Saham saat anggota DPR MPR tersandung kasus perpanjangan kontrak perusahaan tambang asal Amerika yaitu Freeport, dan modus penipuan terbaru menimpa seorang driver ojek online Grab Bike yang kehilangan uang 11 juta rupiah karena terperdaya Penipuan Undian Berhadiah Yang Mengatasnamakan Bank Swasta.

image

Teman-teman baca deh berita yang ane kutip dari postingan akun Humas Polda Metro Jaya di akun Facebook.

Seorang driver Grab Bike, Hermawan (26) menjadi korban penipuan dengan modus undian yang mengatasnamakan sebuah bank swasta. Pelaku menuntun korban ke gerai ATM sehingga saldo di rekening BRI miliknya terkuras habis.

“Saya awalnya ditelepon sama orang, bilangnya dari bank (menyebutkan nama bank), katanya saya dapat undian. Tahunya uang saya malah habis Rp 11 juta lebih di ATM,” kata Hermawan dengan nada lemas, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (25/4/2016).

Hermawan menjelaskan, kejadian berawal ketika ia terbangun dari tidurnya saat masih di rumahnya di Kedaung, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan pada Senin (25/4) sore. Bak mimpi yang jadi kenyataan, seorang pria yang mengaku bernama Indra Gunawan mengabarkan bahwa korban mendapatkan hadiah undian dari sebuah bank swasta sebesar Rp 8 juta.

“Saya baru bangun tidur siang, terus saya ditelpon nih, ‘ini bapak Hermawan ya?’ Saya bilang iya, terus dia bilang ‘selamat anda mendapat undian Rp 8 juta dari (menyebut nama bank),” ungkapnya.

Hermawan merasa tidak percaya dengan pernyataan si penelepon. Namun pelaku meyakinkannya, dengan menyuruh korban untuk mengecek sebuah pesan singkat dari nomor 4 digit angka yang mengatasnamakan sebuah provider yang bekerjasama dengan bank tersebut.

“Terus enggak lama SMS datang, diarahkan SMS saja ketik user id ke nomor itu (menyebut 4 digit angka). Terus keluar SMS-SMS lainnya,” imbuhnya.

Masih dalam sambungan telepon, korban kemudian disuruh pelaku untuk mengecek saldo di gerai ATM terdekat. Setibanya di gerai ATM di SPBU Ariaputra,  Pamulang, korban dipandu pelaku untuk memencet tombol-tombol di mesin ATM tersebut. Tetapi sebelumnya, korban ditanya berapa saldo yang ada di rekeningnya yang kemudian dijawab oleh korban ‘Rp 10 juta’.

“Itu saya ke ATM enggak pake dimatiin telepon, langsung jalan ke ATM terdekat. Katanya dari bank (menyebut nama bank yang digunakan pelaku untuk menipu), tapi ini malah disuruh dari ATM BRI saya,” katanya.

Selama sekitar 10 menit di dalam gerai ATM, korban terus dipandu untuk memencet berulang kali, yang ternyata adalah tombol isi ulang e-cash. Proses tersebut dilakukan korban selama 6 kali dengan pengiriman uang dalam jumlah yang berbeda-beda sampai akhirnya saldo korban terkuras habis.

“Terus saya cek saldo saya, katanya kan dikirim Rp 8 juta, lalu saya tanya ‘lho kok pak saldo saya malah berkurang?’. Anehnya, dia kok bisa tahu nomor rekening saya ya? Dia juga tahu kemarin saya ada pengambilan uang Rp 1,5 juta, terus yang kedua Rp 1 juga, kok dia bisa tahu ya,” ungkapnya. Terakhir, pelaku mengarahkan korban untuk mengirimkan pulsa sebesar Rp 1 juta ke sebuah nomor telepon.

Setelah uangnya habis, korban pun merasa lemas. Ia baru sadar bahwa dirinya telah ditipu pelaku. Korban pun kemudian melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya. Laporan korban diterima dengan nomor LP/2003/IV/2016/PMJ/Ditreskrimum.

“Itu uang hasil nabung saya selama saya kerja sebagai gondola mba. Saya beralih ke Grab Bike karena ingin lebih baik,” pungkasnya.

Terpikatnya seseorang oleh tipuan seperti driver ojek online Grab Bike diatas bisa jadi karena beberapa hal :

  • Terlalu merasa senang saat mendapat telepon yang mengatakan mendapatkan hadiah uang tunai yang lumayan besar nominalnya untuk ukuran masyarakat ber-ekonomi menengah kebawah. Karena terlalu senang ahirnya mengurangi kewaspadaan terhadap penipuan.
  • Di tambah lagi kemampuan si penipu yang mampu meyakinkan korban dengan ketrampilan berbicaranya.

  • Si Penipu juga mengetahui mutasi rekening korban, sehingga korban merasa yakin bahwa yang meneleponnya adalah orang bank terkait.

Semoga Kasus Penipuan Bermodus Undian Berhadiah Uang Tunai seperti yang menimpa driver Grab Bike diatas tidak lagi terulang, pelakunya segera tertangkap, dan semoga korban diberikan ketabahan juga pengganti yang lebih baik dari Alloh SWT. Amin.

Sebarkan tulisan ini agar keluarga teman dan sahabat kamu ikut tahu dan waspada dengan segala penipuan melalui sms maupun telepon.

Baca Juga Artikel Terbaru Saya

Silahkan tinggalkan komentar sobat disini

OIK45612347987978