Peluang MotoGp Indonesia Masih 50:50 Bro

Peluang diselenggarakannya MotoGp Indonesia Masih 50:50

image

MotoGp Indonesia seharusnya bisa dilaksanakan mengingat fans MotoGp asal Indonesia yang sangat banyak

Komatkamitblog.com – Penyelenggaraan MotoGp di Indonesia saat ini masih 50:50, yaitu antara jadi dan tidaknya masih belum jelas karena berbagai alasan dan pertimbangan dari pemerintah, yang paling alot adalah mau diadakan dimana nantinya MotoGp Indonesia setelah sirkuit Sentul gagal karena masalah kepemilikan dan juga masalah pendanaan.

Hal itu berdasarkan kesimpulan dari hasil rapat tingkat kementerian, yang berlangsung di kantor PMK, Jumat kemarin. Selain perwakilan Kemenpora, hadir juga Kementerian Pariwisata, Kementerian PU dan Pera, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI), dan Kementerian Keuangan. 

“Jadi, nanti Kemenpora yang diminta untuk uji kelayakan dari segi legalitas, relevansinya dengan masalah prestasi olahraga, kemudian aspek pariwisata, itu jika MotoGP jadi digelar. Artinya, dengan mengeluarkan uang sekian ratus miliar itu, apakah sesuai apa tidak dengan yang negara dapatkan,” kata Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (29/1/2016), yang ane kutip dari detik.com

Dan katanya juga tidak ada tenggat waktu yang ditetapkan oleh Menko PMK. Hanya, dari Kemenpora berusaha untuk menyelesaikan kajian tersebut secepat mungkin. Dorna sendiri sudah bersedia untuk memberi perpanjangan waktu kepada pemerintah Indonesia, selama pemerintah serius menjalankan komitmennya. Tuh Saking ngebetnya Dorna buat ngadain MotoGp di Indonesia.

Untuk 2 lokasi yang tadinya diusulkan, yaitu Sentul dan kawasan di sekitar GBK, sudah dicoret dari daftar nominasi tempat penyelenggaran MotoGP jika jadi di Indonesia.

Alasan SENTUL BATAL JADI TUAN RUMAH MotoGp karena masalah kepemilikan yang udah disinggung diatas, berdasarkan hasil Rapat Terbatas (Ratas) 11 Januari lalu.

Sedangkan, kawasan di sekitar GBK juga tidak dipilih karena IMI sendiri tidak memberikan rekomendasi karena ada beberapa persyaratan yang kurang jika MotoGP digelar di sekitar kawasan GBK, selain itu karena pada saat bersamaan Stadion Utama GBK akan direnovasi.

Persyaratan Sirkuit MotoGp Indonesia

“Seperti panjang lintasan 4,2 km, trek lurus sepanjang 900 meter, belum lagi berapa banyak tikungan yang ada. GBK tidak reliable untuk itu,” kata Gatot.

Bagaimana dengan Palembang yang belakangan juga dikabarkan jadi calon venue untuk menggelar balapan?

Gatot menyebut belum ada keputusan. Sebab, idealnya sebuah sirkuit dibangun harus tersedia luas tanah 100 hektar, atau maksimal 150 hektar, itu sudah memperhitungkan dengan tambahan lahan parkir.

“Palembang sudah disodorkan, dan menurut info saat Ratas (rapat terbatas) 11 Januari lalu, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, menyatakan siap. Tapi, info yang didapat hanya bisa menyediakan lahan seluas 20 hektar. Itu pun masih dengan persyaratan, tanah itu harus siap dihibahkan kepada pemerintah pusat.”

Dengan hasil rapat bersama Menko PMK, bisa dibilang penyelengaraan MotoGP masih 50:50. Namun, Gatot tidak ingin berspekulasi.

“Kami belum bisa memastikan, dengan kata lain jadi (diselenggarakan di Indonesia) atau enggak? Kami masih berusaha dengan kondisi skala prioritas. Artinya dari dana yang dikeluarkan sekian berapa benefit (untuk negara) yang diperoleh, belum dari aspek kelayakan penggunaan anggaran, dan sebagainya,” pungkasnya

Nah udah jelas kan, kenapa jadi atau tidaknya MotoGp di Indonesia belum bisa diputuskan… kita sebagai penikmat tontonan MotoGp hanya bisa harap-harap cemas menunggu keputusan terbaik pemerintah, semoga saja tahun 2017 bisa nonton MotoGp di Indonesia, bukan hanya di layar datar tipi kaya yang sudah-sudah.

3 Comments

Silahkan tinggalkan komentar sobat disini

OIK45612347987978