Nasib MotoGp Sentul Ada Di Keppres Jokowi

Nasib MotoGp Sentul Ada Di Keppres Jokowi

Komatkamitblog.com – Bro Sist Sobat KKblog semua… Seperti kita ketahui, usaha Dorna selaku penyelenggara MotoGp dan pihak Sirkuit Sentul sama-sama mengharapkan terselenggaranya seri MotoGp Sentul pada tahun depan, namun usaha itu ternyata tidak semulus yang di rencanakan, entah karena sistem birokrasinya atau dari kesiapan masing-masing pemangku kepentingan, yang jelas batas waktu yang di berikan Dorna tinggal menghitung hari saja. karena Keputusan Presiden (Keppres) masih tertahan di Presiden Joko Widodo (Jokowi), padahal batas waktu kontrak kerjasama dengan Dorna Sport harus diteken pada 30 Januari mendatang.

Baca artikel sebelumnya : 

Imam Nahrawi Bersama Tinton Soeprapto

Imam Nahrawi Bersama Tinton Soeprapto

Sementara revisi Masterplan, kesiapan kontrak, dan surat pernyataan yang diminta pemerintah saat Rapat Koordinasi (Rakor), pada (11/1) lalu kembali ditolak. Kemenpora meminta pihak Sirkuit Sentul melengkapi Masterplan dengan lembar berbahasa Inggris, dan mengikuti format Asian Games.

Selain Keppres yang belum turun, masalah lain tentang penyelenggaraan MotoGP kini justru makin lebar. Pemerintah memutuskan tidak akan menggunakan dana APBN untuk proses renovasi dan perbaikan infrastruktur, karena sulit melakukan model bisnis yang melibatkan APBN ke pihak swasta murni.

Gatot S Dewa, Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora mengatakan, padahal pemerintah sebetulnya setuju dengan klausul pengunaan APBN untuk MotoGP. Yaitu dana renovasi Sirkuit Sentul senilai hampir Rp 200 miliar, serta biaya penyelenggaraan musim 2017-2019.

“Saya jelaskan soal renovasi, bahwa sulit mencari model bisnis yang diupayakan. Simulasi dari beberapa sudut sulit dilakukan karena berpotensi melanggar peraturan,” kata Gatot. “Terakit infrastruktur misal perluasan akses toll. Hal itu sulit dilakukan karena secara tidak langsung terkait dengan APBN juga,” katanya.

Irawan Sucahyono, Vice Advisor Sirkuit Sentul mengatakan, pihaknya maklum jika pemerintah menghendaki demikian. Sebab pemakaian APBN untuk merenovasi milik swasta akan melanggar peraturan. Maka dari  itu, Tinton Soeprapto, Direktur Sirkuit Sentul mencoba alternatif lain.

“Soal dana renovasi menggunakan APBN kami paham karena bisa melanggar peraturan. Sekarang kami sedang cari alternatif, bisa dengan sponsor atau lainnya. Cara lain bentuknya jadi murni bisnis. Dengan BUMN sebetulnya juga boleh karena tidak dilarang, asal B2B,” kata Irawan.

Mau Tidak Mau Harus Mencari Alternatif Dana

Irawan mengatakan, sekarang yang mendesak bukan dana renovasi yang ditaksir mencapai Rp 165 miliar. Sebab kata dia, renovasi Sirkuit Sentul rencananya baru berjalan pada Juni 2016. Hingga saat ini masih ada waktu guna mengumpulkan dana tersebut.

“Keppres-nya dulu sebagai payung hukum. Karena waktunya mepet. Problemnya ada di proses pemerintah untuk setuju, itu yang makan waktu. Karena tanda tangan kontrak tinggal teken doang. Kita punya hubungan baik dengan Dorna, semua mudah, yang sulit tanda tangan Presiden,” katanya.

Kendati demikian, Irawan mengakui managemen Sirkuit Sentul tidak akan mampu melakukan renovasi dari kocek sendiri.Karena, walaupun tahun lalu banyak agenda balap, namun menurutnya sirkuit bukan tempat yang menguntungkan secara materi.

“Sirkuit bukan venue profitable, kita tahu itu. Apakah Sirkuit Sentul selama ini rugi? ya tidak juga, tapi hanya cukup menghidupi dirinya sendiri. Karena itu merawat sirkuit sulit. Meski banyak agenda balap, tahun lalu tetap tidak cukup,” katanya.

Ternyata Pemasukan Sirkuit Sentul Itu…?

Penghasilan terbesar sebuah sirkuit lanjut Irawan, di dapat dari sistem sewa. Seperti ATPM yang menggelar hajatan tertutup untuk kepentingan tes, balap OMR, dan balap komunitas yang disponsori ATPM.

“Sebetulnya ada cara lain untuk mendapatkan dana renovasi. Kalau pemerintah mau, atau Presiden memang benar ingin MotoGP terlaksana, tinggal menggalang dana termasuk dari pihak swasta. Kalau Presiden sudah jadi (Keppres), menggalang dana itu mudah,” pungkas Irawan

Nah titik permasalahannya sudah lebih jelas kan sekarang, siapa dan dimana sebenarnya yang belum siap dalam menangani persiapan penyelenggaraan MotoGp Sentul Indonesia… Semoga saat batas waktu yang diberikan Dorna berahir, persyaratan sudah terpenuhi, kalau sudah begitu tinggal fokus ke renovasi dan pengawasannya. gimana nih pendapat kalian bro sist…?

Sumber : Dapurpacu.com

Silahkan tinggalkan komentar sobat disini

OIK45612347987978